Minggu, 15 Januari 2012

Peradaban Romawi Kuno

PERADABAN ROMAWI

            1.      Letak dan Keadaan Alam Romawi
            Daerah awal kekuasaan Kerajaan Romawi adalah daerah Semenanjung Apenina atau daerah Italia sekarang. Daerah Italia terdiri atas daerah pegunungan dan dataran rendah. Dataran-dataran rendah itu, merupakan daerah-daerah yang subur yang didiami bangsa Romawi yang hidup secara berkelompok dengan mengusahakan pertanian. Hasil buminya terdiri atas gandum, jagung, padi, sayur-sayuran dan buah anggur. Sedangkan daerah padang rumput digunakan untuk usaha perternakan seperti biri-biri.
            Pegunungan Apenina juga menghasilkan bahan mineral diantaranya bijih besi, tembaga, emas, dan batu pualam. Semenanjung Apenina hanya memiliki lebar 125 mil dengan garis pantai sepanjang 2000 mil, sehingga pantai Italia kurang menyakinkan untuk membuat bandar-bandar yang baik.

            2.      Asal-Usul Bangsa Romawi
            Bangsa Romawi merupakan pencampuran darah antara penduduk asli dengan suku-suku kelana. Suku-suku kelana yang datang dari arah utara lebih dulu datang di Italia dari suku-suku kelana yang datang dari daerah padang rumput sekitar Laut Kaspia.
            Suku-suku kelana memiliki kelebihan dalam bidang kemiliteran, yaitu suku Etruska yang berhasil menguasai daerah-daerah Latium, Toskana, dan Etruria. Suku Campania berada di sebelah selatan Latium. Suku-suku bangsa ini mendirikan negara-negara kota seperti di Yunani dan negara-negara kota itu merupakan suatu perserikatan pertahanan termasuk Roma.
           3.      Administrasi dan Pemerintahan
            Ketika kota Roma berdiri, sisten pemerintahannya mengalami berbagai perkembangan. Menurut bentuk pemerintahannya, Romawi dapat dibagi atas tiga zaman berikut.
           a.       Zaman Kerajaan (750-510 SM)
            Kerajaan Romawi berasal dari sebuah kota, yaitu kota Roma. Menurut ceritera tradisi rakyat (mitologi). Kota Roma didirikan oleh Remus dan Romulus tahun 750/751 SM di atas tujuh buah bukit.
            Perkembangan pemerintahan dari kota Roma terus berlangsung hingga menjadi sebuah kerajaan. Daerah kekuasaan pada awalnya terbatas hanya pada kota Roma dan sekitarnya.
            Pemerintahan dijalankan oleh seorang raja yang memegang kekuasaan tak terbatas. Ia juga merangkap sebagai panglima perang dan hakim tertinggi. Seorang raja dibantu oleh Dewan Senat yang beranggotakan 300 orang yang terdiri atas kaum patricia (bangsawan) yang membuat undang-undang. Diluar Dewan Senat juga terdapat Dewan Perwakilan Rakyat (Comitia Curiata).
            Bentuk pemerintahan kerajaan ini berlangsung cukup lama, namun tidak menjadikan Kerajaan Romawi menjadi sebuah kerajaan besar. Wilayah kerajaannya hanya terbatas pada kota Roma dan sekitarnya. Akhirnya, muncul tokoh-tokoh dikalangan bawah yang ingin mengembangkan dan memperluas wilayah Romawi. Tokoh-tokoh itu yang mengubah bentuk kerajaan Romawi menjadi Republik Romawi.
Lembaga Pemerintahan Republik Romawi
      ·         Kepala pemerintahan dipegang oleh dua orang konsul yang dipilih oleh golongan bangsawan dengan masa jabatan selama satu tahun. Dalam menjalankan tugasnya ia didampingi oleh sebuah dewan bernama Senat.
      ·         Senat berkedudukan sebagai badan penasehat, yang mempunyai hak untuk memberikan nasehat kepada kosul. Dalam perkembangannya sejarah Romawi. kekuasaan Senat semakin bertambah besar, sehingga sering menimbulkan pertentangan-pertentangan dengan konsul.
      ·           Dewan rakyat atau Comitia Curiata adalah sebuah badan yang terdiri dari wakil-wakil rakyat. Bentuk Dewan Perwakilan Rakyat hamper sama dengan Lembaga Perlemen sekarang
      ·         Pontifex Maximus, yaitu Kepala Agama
      ·         Tribuni Plebis, yaitu semacam Dewan Daerah. Dewan ini mempunyai hak veto terhadap keputusan pemerintah setempat, sehingga perlakuan sewenang-wenang di daerah dapat dicegah.

           b.      Zaman Republik (510-31 SM)
            Pada mulanya Republik Romawi adalah republik kaum Patricia dengan sistem pemerintahannya bersifat aristocrat. Ketika itu masih berbentuk sebuah polis atau negara kota. Namun dalam waktu lima abad, republik polis ini tumbuh menjadi sebuah imperium.
            Imperium Romanium menguasai wilayah yang sangat luas. Wilayah kekuasaanya meliputi seluruh wilayah Laut Tengah.
            Timbulnya golongan proletar –  Untuk memperluas wilayah kekuasaanya, republic Romawi memerangi daerah di sekitarnya. Peperangan yang terus menerus dilakukan oleh bangsa Romawi menyebabkan tanah-tanah pertanian di Italia terbengkalai. Setelah peperangan berakhir, tanah pertanian yang terbengkalai itu dijual dan para pemiliknya pergi ke kota Roma untuk mencari pekerjaan. Karena jumlah mereka sangat banyak sedangkan lapangan pekerjaan sangat terbatas, maka diantara mereka banyak yang menjadi gelandangan. Kaum gelandangan inilah yang disebut dengan kaum proletar, (artinya golongan yang hanya mempunyai anak, kerena proler berarti anak).
            Senat memegang seluruh kekuasaan – Kekuasaan tertinggi di Imperium Romanum dipegang oleh Senat. Kekuasaan Senat bukan hanya dalam bidang legislatif saja, tetapi juga dalam bidang eksekutif. Fungsi Senat telah berubah dari badan penasehat menjadi badan yang paling berkuasa di seluruh negara, sehingga seseorang hanya mungkin diangkat menjadi konsul apabila disukai atau dapat diperalat oleh Senat. Kekuasaan senat yang besar itu, lambat laun ditentang oleh para panglima perang.
            Triumvirat I – Untuk menghadapi Senat, pada tahun 64 SM, para panglima perang seperti Pompeius, Crassus, dan Yulius Caesar membentuk persekutuan tiga serangkai atau lebih dikenal dengan sebutan Triumvirat.
            Kemunculan Triumvirat membuat Senat tidak mempunyai kekuasaan lagi. Setelah Crassus meninggal, hubungan Yulius Caesar dengan Pompeius mulai retak. Hal ini disebabkan Pompeius iri melihat keberhasilan dan kesuksesan Yulius Caesar. Oleh karena itu, Pompeius memihak Senat untuk menghadapi Yulius Caesar. Tetapi usahanya mengalami kegagalan. Pasukan Pompeius dan Senat dengan mudah dikalahkan oleh pasukan Yulius Caesar.
            Kemenangan itu menjadikan Yulius Caesar sebagai penguasa tunggal di seluruh Imperium Romanium. Ia praktis menjadi seorang diktator.
            Tidak semua tokoh Romawi menghormati kebesaran dan keagungan Yulius Caesar. Musuh-musuhnya terus berusaha untuk menjatuhkannya. Akhirnya, para musuh ini dipimpin Brutus dan Cassius berhasil melenyapkan Yulius Caesar. (14 SM).
            Triumvirat II – Kematian Yulius Caesar menimbulkan kekecauan, karena para anggota  Senat saling berebut kekuasaan. Usaha Senat itu berhasil digagalkan oleh panglima perang Yulius Caesar yang membentuk Triumvirat baru tahun 43 SM. Anggota-anggota Triumvirat yang kedua ini adalah : Antonius, Lepidus, dan Octavianus.
            Ketika keamanan telah pulih kembali, para panglima itu mengadakan pembagian wilayah bekas kekuasaan Yulius Caesar, yakni :
        ☻    Antonius mendapatkan bagian wilayah sebelah timur, yakni propinsi Asia kecil dan Mesir;
        ☻    Lepidus mendapatkan bagian wilayah di daerah Afrika bagian utara dan pulau-pulau kecil disekitarnya.
        ☻    Octavianus mendapat bagian wilayah di sebelah barat, meliputi daerah yang membentang dari Yunani sampai Spanyol.
            Sejak awal pembagian itu telah terjadi perselisihan antara Octavianus dengan Antonius. Mereka merasa khawatir apabila salah satu diantara mereka menjadi penguasa tunggal terhadap seluruh Imperiun Romanium. Puncak perselisihan itu terjadi ketika Antonius mengawini Cleopatra dan mengangkatnya menjadi Ratu Mesir.
            Dengan dukungan penuh dari Senat dan pejabat-pejabat pusat di Roma, Octavianus memimpin pasukan menyerang Antonius. Dalam waktu singkat pertahanan Antonius berhasil dihancurkan dan Clopatra lebih memilih untuk bunuh diri daripada ditangkap hidup-hidup oleh pasukan Octavianus.
            Setelah Octavianus berhasil menaklukkan pasukan Antonius, sejak saat itu seluruh kekuasaan Imperium Romanium jatuh ke tangan Octavianus, mengingat Lepidus telah meninggal sebelum terjadinya pertempuran antara Octavianus dan Antonius.
             c.       Kekaisaran Romawi (31 SM-476 M)
            Octavianus akhirnya diangkat menjadi Kaisar pertama oleh Senat. Senat memberi gelar Augustus kepada Octavianus (Augustus artinya yang maha mulia).
            Octavianus diakui pula sebagai panglima tertinggi atau imperator. Para gubernur militer yang memerintah di provinsi-provinsi hanya tunduk dan taat kepada perintah Kaisar dan kedudukannya hanya sebagai wakil Kaisar yang memerintah atas daerah yang dikuasainya. Octavianus juga menjabat sebagai kepala agama atau Pontifex Maximus, bahkan kemudian menganggap dirinya sebagai dewa.
            Dengan segala kekuasaanya, Octavianus telah menjadi seorang raja besar dengan kekuasaan mutlak. Sejak saat itu Republik Romawi diubah menjadi Kekaisaran Romawi. Masa pemerintahan Octavianus cukup lama, yaitu dariu tahun 31 SM – 14 M. Pada masa pemerintahannya itu Imperium Romanium mengalami masa yang gemilang yang merupakan puncak kejayaan Romawi. Kebudayaan dan pembangunan juga mengalami kemajuan yang pesat.
            Pengganti Octavianus adalah Tiberius (14 – 37 M). Pada masa pemerintahan Tiberius, di daerah Palestina berkembang agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus Kristus (Nabi Isa). Agama ini baru bersifat monotheisme dan berbeda dengan agama rakyat Romawi yang bersifat polytheisme (memuja banyak dewa).
            Agama Kristen telah berkembang. Penganut agama Kristen makin lama makin bertambah banyak terutama dari golongan budak. Penindasan dan pengejaran dilakukan oleh pasukan-pasukan Romawi atas perintah Kaisar Romawi.
            Pada masa pemerintahan Kaisar Nero (54 – 68 M) penindasan dan pengejaran terhadap umat Kristen mencapai puncaknya.
            Konstantin Agung (306 – 337 M), melalui Edict Milan memerintahkan penghentian pengejaran dan penyiksaan terhadap umat agama Kristen.
            Pada masa pemerintahan Kaisar Theodosius (378 – 395 M) agama Kristen dinyatakan sebagai agama negara. Dengan demikian, setelah 4 abad Yesus Kristus disalib di Golgota, akhirnya agama Kristen memperoleh pengakuan. Bahkan, kemudian menjadi dasar peradaban bangsa-bangsa Eropa.
            d.      Pembagian Romawi
            Pada masa pemerintahan Kaisar Theodosius, wilayah kekuasaan Kekaisaran Romawi dibagi menjadi dua bagian.
Kekaisaran Romawi Barat dengan ibukota Roma – Sejak pembagian itu kekaisaran Romawi Barat tidak bertahan lama karena terjadi serangan-serangan dari bangsa Hun atau bangsa Indo-Jerman (Goth). Bangsa-bangsa Indo-Jerman yang masih rendah kebudayaannya berdesak-desakan atau berebutan masuk ke wilayah Romawi Barat. Mereka mendirikan kerajaan baru di wilayah yang mereka kuasai.
            Pada pertengahan abad ke-5 M, yang berkuasa di Romawi Barat bukan lagi Kaisar Romawi, melainkan jenderal-jenderal dari berbagai bangsa tadi. Sedangkan Kaisar Romawi hanya sebagai boneka belaka. Akhirnya pada tahun 476 M, Kaisar Odoaker dari Romawi Barat turun tahta. Berakhirlah kekuasaan di Romawi Barat.
Kekaisaran Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel – Runtuhnya Romawi Barat tahun 476 M, tidak mempengruhi perkembangan pemerintahan Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium). Bahkan Kekaisaran Romawi Timur  dapat bertahan hingga 10 abad lamanya. Hal ini disebabkan karena letak ibukota Konstantinopel (sekarang Istambul) sangat strategis.
            Kekaisaran Romawi  Timur mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Kaisar Yustinianus (527-563 M). Pada mulanya daerah kekuasaan Romawi Timur meliputi daerah Balkan, Asia Kecil, Asia Barat dan Mesir. Perkembangan selanjutnya daerah Kekuasaan Romawi Timur diperluas lagi hingga meliputi daerah Afrika bagian utara dan  sebagian wilayah Spanyol.
            Pada masa kekuasaan Yustinianus, kota Konstantinopel menjadi terkaya dan terindah di dunia. Pada kota ini terdapat sebuah bangunan gereja yang indah dan megah, yaitu Gereja Hagia Sophia (kini menjadi masjid). Kaisar Yustinianus meletakkan dasar-dasar hukum Romawi yang lebih dikenal dengan nama Corpus Iuris (Codex Yustinianus).
            Dalam bidang kekuasaan, kaisar-kaisar Romawi Timur bersifat mutlak atau absolutisme. Mereka berdiri diatas segala undang-undang yang mengikat semua rakyat. Dengan kekuasaan seperti itu, kekaisaran Romawi Timur terus dapat bertahan hingga tahun 1453 M. Pada tahun itu, terjadi serangan dari bangsa Turki Osman atau Turki Ottoman yang mengakibatkan runtuhnya kekaisaran Romawi Timur. Bangsa Turki tetap menjadikan Konstantinopel sebagai ibukota negaranya dengan mengganti namanya menjadi Istambul.
           4.      Ilmu Pengatahuan dan Teknologi
            Sarjana-sarjana bangsa Romawi bukan hanya sebagai sarjana pencipta teori, tetapi juga merupakan sarjana pelaksana dari teori yang diciptakan oleh orang-orang Yunani.
            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan pada zaman kekuasaan Romawi, yaitu sebagai berikut.
        §      Pengetahuan seni bangunan sangat berjasa karena mereka berhasil menemukan beton untuk membangun bangunan yang kokoh dan kuat seperti kubah yang membentuk setengah bola.
        §      Pengetahuan dan teknik pembuatan jalan, jembatan, saluran air, pembuangan air dalam kota, yang masih digunakan sampai sekarang.
        §      Pengetahuan dan kemampuan mengorganisasi dalam bidang kemiliteran. Istilah-istilah militer Romawi masih digunakan hingga sekarang seperti legion, divisi, pasukan kaveleri, dan lain-lain.
        §      Dalam bidang hukum bangsa Roma telah memiliki norma-norma kehidupan hukum yang bersumber pada kesetiaan warga negara.
       §      Pengetahuan  dalam bidang pemerintahan. Untuk mencapai tingkat keberhasilan pelaksanaan pemerintahan digunakan beberapa sendi-sendi seperti berikut ini.
o   Pemusatan kekuasaan di tangan kaisar.
o   Peraturan pemerintahan pusat ditaati dalam pelaksanaannya.
o   Pelaksanaan ketertiban dan keamanan secara ketat.
o   Komunikasi antara pusat dan daerah terpelihara baik ketat adanya jalan yang bagus.
o   Tata organisasi kemiliteran seperti persenjataan, disiplin, dan sikap setia kepada negara ditanamkan dari awal.
             5.      Kehidupan Sosial dan Ekonomi
             a.       Kehidupan Sosial Masyarakat
            Masyarakat Romawi terdiri atas golongan masyarakat bebas dan golongan budak. Hak para budak diambil alih oleh majikannya, sehingga nasib para budak berada di tangan majikannya. Pada masa pemerintahan Republik Romawi, jumlah para budak meningkat.
            Seorang budak dapat menjadi masyarakat bebas apabila telah membayar sejumlah harta atau harga yang ditetapkan untuk dirinya. Para budak mendapat perlakuan yang kurang manusiawi dan ditindas dengan sewenang-wenang.
            Akhirnya pada tahun 133 SM, para budak di Pulau Sicilia memberontak tetapi gagal dan ditindas dengan kejam. Tahun 75 SM, sejumlah budak yang dilatih di Capua (sebelah selatan kota Roma) melarikan diri di bawah pimpinan Spartacus. Selanjutnya lebih kuang 70.000 orang budak menggabungkan diri dan membuat pertahanan di gunung Vesuvius dan bertahan hingga tahun 72 SM.
          b.      Kehidupan Ekonomi Masyarakat
            Perkembangan perekonomian Romawi mengalami kamajuan yang sangat pesat ketika masa pemerintahan Kaisar Octavianus. Perdagangan berkembang pesat dan semua pelabuhan di sekitar Laut Tengah menjadi pusat perdagangan dan pelayaran. Sebagian dari usaha dagang dilakukan oleh orang-orang Romawi. Bidang pelayaran dan pembuatan kapal-kapal dilakukan oleh orang Yunani. Romawi juga menjalin hubungan perdagangan dengan daerah-daerah yang berada di sekitar Laut Tengah dan bangsa Cina.
            Barang-barang ekspor Romawi terdiri dari barang-barang keramik, barang-barang dari besi dan perunggu, kayu dan sejenis minuman anggur. Sedangkan barang-barang yang diimpor antara lain sutera dari Cina; rempah-rempah dari Indonesia; kain katun dan mutiara dari India, bahkan pakaian kaca, kertas, gading dan binatang-binatang buas dari Mesir; garam, ikan, permadani, batu permata, kayu sedar, dan minuman keras dari Asia Barat.
            Masyarakat Romawi sudah mengenal uang sebagai alat tukar dalam perdagangan. Dengan demikian, sitem perekonomian masyarakat Romawi telah mengalami kemajuan yang pesat pada saat itu.
             6.      Kepercayaan
            Ketika Kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan masyarakatnya masih bersifat animisme. Kepercayaan ini mengenal adanya beberapa roh seperti :
ü  Vesta sebagai roh pengurus api tungku.
ü  Lares sebagai roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga.
ü  Penates sebagai roh penjaga lumbung.
Dewa dan Dewi Romawi
«  Dewa Yupiter (Dewa Zeus, Yunani), sebagai pemimpin para dewa.
«  Dewi Juno (Dewa Hera, Yunani), sebagai dewa pelindung perkawinan atau kaum wanita.
«  Dewa Mars (Dewa Ares, Yunani), sebagai dewa peperangan.
«  Dewi Venus (Dewa Aphrodite, Yunani), sebagai dewa kecantikan.
«  Dewa Mercurius (Dewa Hermes, Yunani), sebagai dewa perdagangan.
«  Dewi Dioma (Dewi Artemis, Yunani), sebagai dewa perburuan.
«  Dewi Minerva (Dewi Pallas Athena, Yunani), sebagai dewa kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan.
«  Dewa Apollo (Dewa Apollo, Yunani), sebagai dewa matahari.
            Peradaban Romawi dapat pengaruh yang besar dari peradaban Yunani. Sifat kepercayaan masyarakat Romawi menjadi polytheisme (memuja banyak dewa). Dewa-dewa yang dipujanya, hampir sama dengan dewa-dewa bangsa Yunani, hanya namanya yang disesuaikan dengan nama-nama Romawi.
            Disamping kepercayaan masyarakat yang polytheisme, masyarakat Romawi percaya akan:
        1)      Perawan Vesta yang bertugas menjaga api suci vesta dan sebagai dewi api  yang merupakan lambang negara Romawi.
        2)      Orakel Cybele merupakan tulisan sandi kuno yang dihimpun ke dalam sembilan kitab Cybele yang menjadi acuan nasehat dan keadaan darurat perang dan sebagainya.
        3)      Pontifex Maximus, kaisar sebagai kepala agama.
            Kemudian, sejak berkembangnya agama Kristen, masyarakat Romawi mulai memeluk agama Kristen. Pada tahun 380 M, agama Kristen dijadikan agama negara.
            7.      Peninggalan Budaya
            Kebudayaan bangsa Romawi banyak mendapat pangaruh dari kebudayaan Hellenisme. Manusia Romawi adalah manusia praktis. Apabila sarjana Yunani ahli dalam bidang teori, maka sarjana bangsa Romawi adalah ahli dalam bidang praktek.
Seni bangunan – Bangsa Romawi memiliki keahlian yang tinggi dalam bidang seni bangunan. Hasil-hasil karya mereka masih dapat ditemukan bekas-bekasnya hingga sekarang diantaranya:
  J  Coloseum dan Amphitheater, yaitu suatu bangunan yang berwujud serta berbentuk  seperti stadion dan dapat menampung puluhan ribu penonton. Kedua bangunan itu digunakan untuk mengadakan pertunjukan hiburan seperti mengadu binatang dengan binatang, mengadu manusia dengan binatang, atau mengadu manusia dengan manusia (perkelahian gladiator).
  J  Pantheon, yaitu rumah dewa orang-orang Romawi.
  J  Viaduct dan aquaduct yang berfungsi sebagai saluran air.
  J  Limes atau rangkaian benteng yang panjang hingga puluhan kilometer, seperti Tembok Handrianus.
Seni Sastra – Pada masa Romawi kesustrasaan mengalami perkambangan yang sangat pesat, terutama pada masa pemerintahan Kaisar Octavianus. Maesanas, sahabat Octavianus, sangat besar jasanya dalam memajukan kesustrasaan. Sedangkan hasil-hasil karya sastra yang terkenal adalah:
        *      Aeneas hasil karya Virgilius.
        *      Metamorphose hasil karya Ovidius.
        *      De Bello Gallico hasil karya Yulius Caesar. Buku ini hingga sekarang menjadi penuntun utama dalam mempelajari bahasa latin.
Hukum – Bangsa Romawi merupakan bagsa pertama yang berhasil menegakkan hukum. Hukum Romawi itu kemudian menjadi dasar hukum negara-negara di Eropa, Amerika, Asia, dan Australia (di dunia).
            Hukum Romawi mengatur hubungan antara manusia dan haknya sebagai warga negara. Hukum dianggap sebagai hasil karya cipta manusia, tetapi kedudukan hukum di atas kedudukan manusia. Sarjana hukum yang terkenal pada masa itu adalah Pampinianus dan juga Kaisar Theodosius.
            Pada zaman kekaisaran Romawi Timur, Kaisar Yustinianus berhasil mengkondifikasikan hukum Romawi, maka lahirlah Corpus Iuis atau Codex Yustinianus.
Organisasi – Bangsa Romawi adalah organisator yang ulung. Hal tersebut tampak jelas dalam:
  Ø  Tentara Romawi tersusun dengan rapi, baik mengenai hararki, persenjataan, perbekalan, maupun asrama. Oleh karena itu, Romawi berhasil menaklukkan daerah-daerah yang sangat luas serta dapat menjajahnya dalam waktu yang sangat lama.
  Ø  Bidang pemerintahan diatur dengan rapi dari pemerintahan pusat hingga ke daerah-daerah.

6 komentar: